Kemendikdasmen Andalkan Deep Learning untuk Benahi Literasi-Numerasi

Kemendikdasmen Andalkan Deep Learning untuk Benahi Literasi-Numerasi – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengandalkan pendekatan deep learning sebagai solusi utama untuk membenahi kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia yang masih rendah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal ini dalam acara pencanangan kolaborasi multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi nasional di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (9/4/2026) .

Latar Belakang: Literasi dan Numerasi Masih Memprihatinkan

Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan posisi Indonesia yang masih tertinggal. Peringkat membaca siswa Indonesia berada di urutan 71, sementara peringkat matematika di urutan 70 . Kondisi ini merupakan dampak dari ketertinggalan pembelajaran (learning loss) dan learning poverty yang masih menghantui dunia pendidikan tanah air .

Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa masalah ini belum sepenuhnya pulih. “Menyangkut learning loss, juga learning poverty, dan juga berbagai capaian, skor PISA dan berbagai capaian akademik yang memang belum sebagaimana yang kita harapkan,” ungkap Mu’ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026) .

Kolaborasi dengan Mitra Global

Untuk mengatasi tantangan ini, Kemendikdasmen menggandeng sejumlah mitra global. Mereka adalah Tanoto Foundation, Bill & Melinda Gates Foundation, dan United Nations Children’s Fund (Unicef) . Program kolaborasi ini akan berlangsung hingga tahun 2029 .

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 500 sekolah dasar. Sekolah-sekolah spaceman slot tersebut tersebar di enam kabupaten/kota yang mewakili keragaman wilayah Indonesia :

  • Kabupaten Tegal (Jawa Tengah)

  • Kota Medan (Sumatera Utara)

  • Kota Pematang Siantar (Sumatera Utara)

  • Kabupaten Batanghari (Jambi)

  • Kabupaten Sikka (Nusa Tenggara Timur)

  • Kabupaten Ende (Nusa Tenggara Timur)

Program ini akan melibatkan sekitar 1.500 guru kelas awal. Fokus utamanya adalah peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan intensif .

Prinsip Deep Learning yang Diterapkan

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa deep learning baru dicanangkan sejak kepemimpinannya dimulai pada Oktober 2024. Pelatihan guru sendiri baru dimulai pada Februari 2025 .

Pendekatan deep learning yang diterapkan Kemendikdasmen memiliki tiga prinsip utama :

1. Mindful (Pembelajaran Berkesadaran)

Pembelajaran dilakukan dengan penuh kesadaran dan perhatian. Siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami materi yang dipelajari.

2. Meaningful (Pembelajaran Bermakna)

Materi pelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa. Dengan demikian, siswa dapat melihat relevansi dan manfaat dari apa yang mereka pelajari.

3. Joyful (Pembelajaran Menggembirakan)

Suasana belajar diciptakan menyenangkan agar siswa tidak merasa tertekan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghilangkan anggapan bahwa pelajaran tertentu, seperti matematika, adalah momok menakutkan .

Ruang Lingkup Penerapan Deep Learning

Mu’ti menjelaskan bahwa penerapan deep learning tidak hanya menyasar metode mengajar. Pendekatan ini mencakup beberapa aspek penting :

Penyesuaian Pendekatan Pembelajaran
Guru akan dilatih untuk menerapkan strategi mengajar yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Proses belajar mengajar tidak lagi bersifat satu arah.

Penggunaan Buku Teks yang Tepat
Kemendikdasmen akan menyelaraskan buku-buku teks dengan pendekatan deep learning. Buku-buku tersebut dirancang untuk mendorong pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan.

Strategi Peningkatan Literasi dan Numerasi
Metode khusus akan diterapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung siswa. Fokus awal diberikan pada penguatan logika, bukan langsung pada materi berat .

Pemantauan dan Evaluasi Berkelanjutan

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam percepatan penguatan literasi dan numerasi nasional .

Menurut Toni, hasil asesmen nasional dan berbagai studi internasional menunjukkan slot depo 10k bahwa tingkat kecakapan minimum siswa Indonesia dalam membaca dan matematika masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Kondisi ini menjadi tantangan serius dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas .

Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan data pendidikan. Data asesmen nasional akan digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan dan intervensi di daerah. “Kami berharap data asesmen dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk akselerasi peningkatan kualitas pendidikan di daerah masing-masing,” kata Toni Toharudin .

Hasil Tidak Instan, Butuh Proses Berkelanjutan

Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa hasil dari pendekatan deep learning tidak bisa dilihat secara instan. “Tentu hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat, karena ini ongoing process,” ujarnya .

Mu’ti menyoroti pentingnya pembelajaran dengan pendekatan yang tepat sesuai dengan usia anak. Anak-anak tidak boleh langsung dibebani dengan pembelajaran yang sulit. “Padahal masa-masa awal-awal itu yang penting ditekankan adalah logic-nya. Karena logic-nya sehingga (pembelajaran) hanya main-main saja,” ungkapnya .

Menurut Mu’ti, kesulitan yang dihadapi siswa ketika belajar matematika di masa awal akan terus terbawa hingga jenjang berikutnya. Oleh karena itu, penanaman pemahaman bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan menjadi kunci utama .

Deep Learning Bukan Kurikulum Baru

Penting untuk diketahui bahwa penerapan deep learning bukan berarti pergantian kurikulum. Kemendikdasmen telah menegaskan bahwa tidak ada kurikulum baru untuk tahun ajaran 2025/2026 .

Satuan pendidikan tetap dapat memilih untuk menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum Merdeka. Deep learning adalah pendekatan pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam kedua kurikulum tersebut .

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 hanya melakukan penyesuaian terhadap kurikulum yang sudah berjalan. Penyesuaian ini mencakup muatan pelajaran, beban belajar, hingga kompetensi yang harus dimiliki siswa .

Selain deep learning, Kemendikdasmen juga menambahkan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI). Pelajaran ini mulai diterapkan secara bertahap pada tahun ajaran 2025/2026, dimulai dari kelas 5 dan 6 SD, serta kelas 7 SMP .

Dukungan Anggaran untuk Program Prioritas

Kemendikdasmen menetapkan sejumlah program prioritas untuk tahun anggaran 2026 dengan dukungan pagu anggaran sebesar Rp52,12 triliun .

Program peningkatan kualitas pendidik menjadi salah satu fokus utama. Kemendikdasmen menargetkan pelatihan bagi hampir 120 ribu guru dan tenaga kependidikan dalam berbagai bidang, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), bimbingan konseling, STEM, hingga kepemimpinan sekolah .

Harapan ke Depan

Melalui pendekatan deep learning, Kemendikdasmen optimistis dapat mengatasi masalah literasi dan numerasi yang masih membelit dunia pendidikan Indonesia. “Jadi mudah-mudahan ini bisa betul-betul mendukung apa yang memang sudah dicanangkan oleh pemerintah, perlu banyak inovasi, ini adalah salah satu caranya,” kata Abdul Mu’ti .