Mengintip Teknologi Terbaru 2025

Mengintip Teknologi Terbaru 2025

Mengintip Teknologi Terbaru 2025 – Tahun 2025 menjadi salah satu periode paling menarik dalam perkembangan teknologi. Kemajuan yang selama ini hanya terlihat dalam film fiksi ilmiah kini mulai hadir dalam kehidupan sehari–hari. Mulai dari kecerdasan buatan generasi baru, energi ramah lingkungan yang semakin terjangkau, hingga inovasi dalam kesehatan dan transportasi, semua bergerak begitu cepat. Artikel ini akan membahas berbagai teknologi terbaru yang menjadi sorotan sepanjang 2025, disajikan untuk pembaca umum dengan bahasa ringan namun tetap informatif.

1. Kecerdasan Buatan Generasi 5: Lebih Adaptif dan Personal

Kecerdasan buatan (AI) terus menjadi gates of gatot kaca penggerak utama inovasi teknologi global. Di tahun 2025, teknologi AI generasi terbaru mampu memahami konteks dengan jauh lebih baik. Tidak hanya merespons perintah, AI kini dapat memprediksi kebutuhan pengguna, memberikan rekomendasi yang lebih tepat, dan menyajikan interaksi yang terasa sangat alami.

AI juga semakin banyak diintegrasikan ke perangkat rumah tangga. Contohnya, asisten rumah kini tidak hanya mengatur jadwal atau mengontrol peralatan, tetapi juga memantau konsumsi energi rumah, merekomendasikan pola hidup sehat, hingga memberikan analisis kondisi udara di dalam ruangan. Di sektor pendidikan, AI generasi baru dapat menciptakan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar masing-masing murid, membuat proses belajar lebih efektif dan personal.

2. Komputasi Kuantum yang Lebih Aksesibel

Komputasi kuantum bukan lagi sekadar eksperimen laboratorium. Tahun 2025 menandai starlight princess lahirnya prototipe komputer kuantum komersial yang dapat digunakan oleh perusahaan menengah, bukan hanya raksasa teknologi. Dengan kemampuan memproses data dalam jumlah luar biasa besar, teknologi ini mulai diterapkan di industri farmasi, keuangan, dan logistik.

Perusahaan farmasi menggunakan komputasi kuantum untuk mempercepat penemuan obat baru dengan mensimulasikan interaksi molekul secara akurat. Di sisi lain, sektor keuangan memanfaatkannya untuk memprediksi pasar lebih efisien. Meski belum siap digunakan masyarakat umum, langkah 2025 sudah menunjukkan bahwa komputasi kuantum akan menjadi fondasi teknologi masa depan.

3. Revolusi Energi Hijau Berbasis Nanoteknologi

Di tengah meningkatnya kesadaran akan perubahan iklim, 2025 menjadi tahun penting bagi teknologi energi hijau. Salah satu terobosan terbesar RTP Sweet Bonanza Candyland datang dari penggunaan nanoteknologi dalam panel surya. Panel surya generasi terbaru dapat menangkap cahaya dalam kondisi minim, sehingga tetap efisien bahkan di negara tropis dengan cuaca tak menentu.

Selain itu, baterai berbasis material nano mampu menyimpan energi lebih lama, mengisi daya lebih cepat, dan memiliki masa pakai hingga dua kali lipat dari sebelumnya. Teknologi ini membuka peluang bagi rumah tangga untuk beralih sepenuhnya ke energi terbarukan tanpa kekhawatiran kekurangan pasokan listrik.

4. Transportasi Cerdas dan Mobil Mandiri Level 5

Tahun 2025 menandai kemajuan penting dalam dunia transportasi dengan munculnya mobil otonom Level 5 yang benar-benar tidak memerlukan campur tangan manusia. Kendaraan ini dilengkapi sensor yang jauh lebih akurat, algoritma pengambilan keputusan yang lebih aman, serta konektivitas langsung dengan sistem lalu lintas kota.

Pemerintah di beberapa kota besar sudah mulai mengintegrasikan transportasi otonom dengan sistem transportasi publik. Hasilnya adalah jaringan mobil mandiri yang mampu mengurangi kemacetan, menurunkan angka kecelakaan, dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik.

Bukan hanya itu, kendaraan listrik generasi terbaru memiliki fitur baterai solid-state yang lebih aman dan cepat diisi. Infrastruktur pengisian daya cepat 5 menit juga mulai diperkenalkan di berbagai wilayah.

5. Kesehatan Digital dan Diagnostik Real-Time

Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang paling banyak menerima manfaat teknologi terbaru. Tahun 2025 menghadirkan perangkat diagnosa portable yang memungkinkan deteksi dini penyakit seperti kanker, diabetes, hingga gangguan jantung hanya melalui sampel napas atau tetes darah.

Perangkat wearable seperti gelang kesehatan juga semakin cerdas dengan kemampuan memantau kadar gula, tekanan darah, kualitas tidur, hingga fungsi organ tertentu secara real-time. Hasil pemantauan terhubung langsung dengan dokter melalui sistem cloud yang aman, sehingga pasien bisa mendapatkan peringatan dini sebelum kondisi memburuk.

Telemedisin pun berkembang pesat. Konsultasi kesehatan tidak lagi sekadar video call; kini dokter dapat melakukan pemeriksaan jarak jauh menggunakan robot medis mini yang dikendalikan dari fasilitas kesehatan.

6. Metaverse Versi Lebih Realistis

Setelah hype awal beberapa tahun lalu, metaverse kembali dengan pendekatan yang jauh lebih matang di 2025. Teknologi realitas campuran (mixed reality) yang lebih ringan, lebih murah, dan lebih nyaman membuat pengalaman virtual terasa sangat nyata. Pengguna dapat menghadiri kelas, rapat, konser, hingga perjalanan virtual dengan gerakan tubuh yang ditangkap secara presisi.

Bidang pendidikan memanfaatkan metaverse untuk simulasi pembelajaran interaktif. Misalnya, siswa bisa mempelajari anatomi tubuh manusia dalam bentuk holografis yang dapat disentuh dan diputar. Sementara di sektor bisnis, pertemuan virtual mulai menggantikan perjalanan bisnis, mengurangi biaya dan emisi karbon.

7. Internet Satelit Generasi Baru

Akses internet semakin merata berkat teknologi satelit orbit rendah generasi terbaru. Kecepatannya kini mampu menyaingi jaringan fiber, bahkan di daerah terpencil sekalipun. Dengan biaya layanan yang semakin terjangkau, wilayah pedesaan dan pegunungan kini bisa menikmati koneksi stabil untuk belajar, bekerja, dan berbisnis secara digital.

Teknologi ini membantu meminimalkan kesenjangan digital, memberikan peluang ekonomi baru, dan mendukung pertumbuhan startup di daerah yang sebelumnya kesulitan mengakses internet.

8. Robotik Rumah Tangga yang Semakin Humanis

Jika dulu robot rumah hanya mampu melakukan tugas sederhana seperti menyedot debu, tahun 2025 memperkenalkan robot multifungsi dengan kemampuan motorik halus. Robot ini dapat memasak makanan sederhana, merapikan rumah, mengangkat barang, dan bahkan berinteraksi secara sosial dengan penghuni rumah.

Robot humanoid juga berkembang menjadi alat bantu bagi lansia dan pasien berkebutuhan khusus. Mereka mampu memantau kondisi kesehatan, mengingatkan minum obat, dan memberikan bantuan fisik tanpa membuat penggunanya merasa diawasi mesin dingin.

Penutup

Tahun 2025 menghadirkan banyak inovasi teknologi yang semakin mendekatkan kita pada masa depan yang dulu hanya kita bayangkan. Perkembangan AI, energi hijau, robotik, kesehatan digital, dan transportasi otonom telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Meski setiap inovasi membawa tantangan baru, kemajuan teknologi tetap menjadi harapan besar untuk mewujudkan kehidupan yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan. Dengan terus belajar dan beradaptasi, kita semua dapat memanfaatkan teknologi ini sebaik mungkin untuk masa depan yang lebih baik.

Mengapa Banyak Orang India Sukses di Bidang Teknologi Dunia?

Jakarta – Banyak orang keturunan India menjadi bos atau chef executive officer (CEO) di perusahaan teknologi dunia. Sebut saja Satya Nadella yang menjadiCEO Microsoft dan Sundar Pichai sebagai CEO Alphabet (perusahan yang membawahi Google), Namun, kenapa India bisa semaju itu di bidang teknologi global ya?.

Baca Juga: Kebiasaan Buruk Pengguna Internet, Masih Banyak Pakai Password ‘12345’

Jawban sigkatnya adalah negara India secara serius mendorong keterampilan tenologi untuk warga negaranya. Ini dilakukan melalui pendidikan, pusat kota teknologi

“Tidak ada negara lain yang “melatih” begitu banyak warganya dengan cara yang begitu gagah seperti yang dilakukan india,” kata R Gopalkrhisman, mantan direktur eksekutif Tata Sons dan salah satu penulis The Made in India Manager.

Faktor pendorong lainnya adalah banyak kelompok imigran india yang berhasil meraih kesuksesan di Amerika Serikat. Kemudian mereka mengembangkan keberhasilan itu di India.

Jika Amerika Serikat memiliki Silicon Valley sebagai pusat inovasi yang berhasil mencetak perusahaan teknologi raksasa seperti Apple, Google, hingga Netflix.

Jumlah Lulusan Sains dan Teknik yang Tinggi

Menurut Global Innovation Index 2020. sebuah kampus swasta internasional di India, Ciomel University and INSEAD berhadil menempati peringkat sebagai pengekspor teknologi informasi (TI) teratas dunia dan kedelapan dalam jumlah lulusan sains dan teknik.

Dalam sejarahnya, keusksesan India di bidang teknologi turut diawali dari kelompok imigran yang pergi ke AS. Sejak 60-an tahun lalu, orang-orang india yang berpendidikan tinggi awalnya

lmuan, insinyur, da dokter, dan kemudian sebagian besat, pemerograman perangkat lunak- mulai berdatangan ke-AS menurut laporan BBC.

Keterangan khusus bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika, atau STEW menjadi kategori utama dalam pendidikan.

Pusat Teknologi India Layaknya Silicon Valley

Laporan Association for Asian Studies, menyebut negara menyadari betul bahwa India merupakan pasar pengguna internet terbesat kedua di dunia. Maka itu, keterampilan teknologi untuk warganya terus didorong.

Tak hanya di pendidikan, negara membangun kekuatan iT dengan memiliki pusat inovasi teknologi seperti Silicon Valley AS.

1. Banglore (Bengaluru)

Kota yang terletak di negara bagian Kamatika, India selatan memiliki tiga klaster utama ‘Software Technology Paris of India (STP): International Tech Park. Banglore (ITPB): dan juga  Electronics City. Kota ini juga merupakan rumah bagi pusat penelitian dan juga pembangunan untuk perusahaan seperti Google.

2. Hyderabad

Ibu kota negara bagian Telangana di India Bagian tengah ini menjadi pusat Ti Global utama sekaligus pusat biotecnology terbesar di India. Kota ini dikemal dengan sebagai “Ibu Kota Farmasi India” dan juga dijuluki Cyberated (Kota Siber).

3. Chenmai

Ibu kota negara bagian tenggara Tamil Nadu, merupakan eksporir layanan Ti dan juga alih daya proses bisnis (BPO) terbesar di India. Perusahaan-perusahaan perangkat lunak dan juga elektronik besar telah mendirikan kantor di lokasi ini.

4. Thivruvananthapuram

Wilayah di Kerata barat daya, merupakan rumah bagi proyek Technopark raksasa India. Pafa 2015, Technopark ini menaungi lebih dari 400 perusahaan.

Industri Teknologi yang Bersaing

Dengan pengembangan yang serius muncul banyak perusahaan besar bidang teknologi di India. Berikut beberapa perusahaan bidang teknologi yang memiliki pendapatan terbesar (dalam dollat AS pada 2020).

Kebiasaan Buruk Pengguna Internet, Masih Banyak Pakai Password ‘12345’

Jakarta – Di tengah canggihnya teknologi kemanan, satu hal ternyyata tak ikut berkembang, kebiasaan pengguna internet dalam membuat kata sandi: Riset terbaru

Kaspensky kembali membuka kenyataan ironis itu. Dari jutaan password yang bocor sepanjang 2023-2025, kombinasi paling populer di dunia masih saja ‘12345’, angka yang bahkan bisa ditebak oleh anak usia sekolah dara

Baca Juga: Mahasiswa Ini Temukan Meteroit di Daerah Terpencil Australia Pakai Teknologi

Fenomena ini menunjukan satu pola besar yang tak kunjung berubah. Meski peringatan soal keamanan digital terus disuaraka, banyak pengguna tetap mengandalkan password sederhana. mudah ditebak, dan sering dipakai ulang selama bertahun-tahun.

Kebiasaan Lama yang Sulit Hilang

Dalam analisis Kaspensky, sebagaimana dilansir adri kami, sejumlah pola lama masih mendominasi. Angka tehun seperti 1990-2025 mengisi sekitar 10% password yang bocor.

Sementara kata-kata umum seperti “lowe” nama diri, hingga nama negara terus digunakan. Bahkan, 0,5% dan seluruh password yang bocor menggunakan akhiran “2024” tanda bahwa banyak pengguna menjadikan tahun sebagai penanda “pengamana”

Yang lebih mengejutkan, lebih dan separuh password yang bocor pada 2025 ternyata sudah pernah muncul dalam kebocoran sebelumnya. Rata-rata usia mereka mencapai 3,5-4 tahun, memperlihatkan betapa jarangnya pengguna mengganti kata sandi, meski ancaman digital semakin kompleks.

Masalah utamanya ternyata bukan pada teknologinya, tetapi pada manusia, Password, apa [un bentuknya tetap bergantung pada kreativitas, konsistensi, dan kesadaran pengguna. Tiga hal ini sulit dijaga dalam jangka panjang.

Tak heran jika industri keamanan mulai mengarahkan langkah menuju masa depan tanpa password. Salah satu pendekatan yang kini dipromosikan adalah Passkeys-metode login yang memanfaatkan biometrik dan kunci kriptografi sehingga tak perlu lagi memasukan karakter satu persatu.

Peralihan ke Passkeys Mulai Diadopsi

Melalui pembaruan terbarunya, Kaspensky Password Manager kini menyediakan fitur pembuatan dan penyimpanan Passkeys di seluruh platfrom. Pengguna dapat mengaktifkan

Passkeys hanya dengan memperbarui aplikasi, ,memberikan izin yang diperlukan, lalu mengikuti penduan aplikasi, memberikan izin yang diperlukan.

Lalu mengikuti panduan saat megakses layanan yang mendukung metode tersebut.

Saat proses pembuatan Passkeys, perangkay akan membuat kunci privat yang lainnya tersimpan di perangkat atau di Password Manager, dan mengirimkan kunci publik ke layanan tujuan.

Setelah itu, login cukup dilakukan dengan satu ketukan atau pemindahan biometrik-tanpa perlu mengingat rangkaian huruf dan angka apa pun.

“Kata sandi masih menghabiskan waktu dan sering mengorbankan kemanan. Kami senang menghadirkan fitur

Passkeys baru yang membuat autentikasi lebih mudah dan jauh lebih aman.” ujar Marinna Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspensky.

Mahasiswa Ini Temukan Meteroit di Daerah Terpencil Australia Pakai Teknologi

Jakarta – Mahasiswa doktoral dari Universitas Curtin, Perth, Australia, Barat telah menemukan meteroit seukuran kepalan tangan di daerah terpencil Goldfields, Australia Barat. Mereka adalah Michael Frazer, Dale Giancono, dan lona Clemente.

Baca Juga: Riset Ini Buktikan Gen Z Tak Bisa Lepas dari Teknologi, Begini Hasilnya

Penemuan meteroit diawali usai benda itu terdeteksi oleh kamera jaringan ketika melintasi langit australia barat pada juli 2025 lalu. Berdasarkan pemodelan komputer, meteroit itu kemungkinan mendarat sekitar 400 kilometer di timur laut Kalgorile.

Enpat bulan kemudian atau November 2025, ketiiga mahasiswa tersebut melakukan ekspedisi pencarian meteroit. Setelah lima hari mencari, batu seberat 300 gram itu akhirnya ditemukan.

Pemodelan komputer yang telah dilakukan pada dasarnya memberikan lokasi yang akurat. Namun, bagi frezer yang menemukan meteroit itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

“Kami mencari batu seukuran kepalan tangan kami di area pencarian seluas satu setengah kilometer persegi, yang kira-kira setengah ukuran Kings Park,” katanya dikutip dari ABC News

Desert Fireball Network

Tergabung dalam Desert Fireball Network, lembaga pemantauan itu memiliki kamera di daerah gurun dan Nullabor. Kamera ini mampu mendeteksi meteor yang memasuki atmosfer dan mencakup 3 juta kilometer persegi langit.

Jaringan tersebut mampu menemukan arah perjalanan meteorit dan dari mana asalnya di tata surya. Awalnya Frezer dan tim mengira meteorit yang jauh pada juli itu terlalu kecil untuk di temukan.

Namun, pemodelan lebih lanjut oleh rekan-rekannya di luar negeri menyarankan ada baiknya meteorit ini di cari. Hingga akhirnya ekspedisi pencarian meteorit dimulai.

Perjalanan Darat Mencari Meteorit

Pada November 2025, Frazer dan kedua timnya mempersiapkan makanan serta peralatan untuk memulai perjalanan. Jarak tempuh dari lokasi awal adalah tiga hari perjalanan darat.

Dengan menggunakan drone berteknologi artificel intelegence (AI), mereka mensurvei area tersebut untuk mencari tanda-tanda meteorit. Survei dilakukan dengan manual dan hati-hati agar tidak ada yang terlewatkan.

“Survei drone yang kami lakukan ini mendeteksi berbagai mecam benda bulat kecil berwarna hitam di tanah, jadi meteorit bisa jadi salah satunya. Tapi ada juga biji pohon eucalyptus, lubang laba-laba dan kotoran kanguru atau hidung wombat.

Drone itu mendeteksi 728 objek yang mungkin merupakan meteorit dan diperiksa oleh tim Setelah diteliti Frazer mengatakan bahwa mereka tidak merasa optimis.

Di tengah keputusasaan itu, sebuah pesan terdengar melalui radio dari rekannya, Dale Giancoro. Setelah mendengar pesan itu,mereka langsung berlari ke sana dan benda itu terletak di tanah, di tempat yang sebelumnya tak mereka duga.

Usai di temukan, meteorit itu di bawa ke kampus Curtin University di Perth. Meteorit itu akan dipotong untuk mengetahui komposisi di dalam dan dari mana asalnya.

“Meteorit hadir dalam beberapa jenis yang berbeda, jadi kami ingin mencari tahu jenis mana itu. Kamu juga bisa mengukur usianya, jadi berapa lama benda itu telah melayang di angkasa,” ungkap Frazer lagi.

Riset Ini Buktikan Gen Z Tak Bisa Lepas dari Teknologi, Begini Hasilnya

Jakarta – Saat ini, mayoritas anak muda didominasi oleh Gen Z Menariknya, sebagian besar Gen Z sudah memasuki fase menit karir.

Baca Juga: Bayaran Rp 1,1 T dan Teknologi di Balik Pencarian MH370

Meskipun begitu, sejumlah penelitian menyebutkan Gen Z memiliki karakter yang cukup unik. Adapun penelitian itu terbuang pada riset. Stanford University dan GlobalWebindex (GW).

Kedua penelitian tersebut menyebutkan karakteristik dari Gen Z, salah satunya terkait teknologi.

Riset menyebutkan Gen Z merupakan generasi yang sudah cukup akrab dengan teknologi. Bahkan hampir seluruh aktivitas mereka tidak bisa jauh dari teknologi.

Bahkan hampir seluruh aktivitas mereka tidak bisa jauh dari teknologi, termasuk dalam berinteraksi.

Sebagai generasi cashless mereka cenderung meninggalkan pola lama yang meninggalkan pola lama yang menggunakan uang xash untuk berinteraksi. Beragam dompet digital dan mobile banking pun banyak digunakan oleh Gen Z.

DANA menjadi salah satu dompet digital yang cukup diminati oleh Gen Z. Pasalnya, dompet digital tersebut menghadirkan sejumlah kemudahan, salah satunya melakukan Top Up DANA dari Mandiri.

Minimal Top Up via bank transfer memerlukan nominal sebesar Rp 20.000. Ini berlaku untuk transfer dari bank yang bekerja sama dengan DANA.

1. Verifikasi Nomor Ponsel

Saat top up DANA dan Mandiri, pastikan nomor HP yang dimasukan sesuai dengan nomor yang terdaftar di akun DANA. Jika salah memasukan nomor ponsel, saldo bisa saja masuk ke akun orang lain, dan proses pengembalian dana akan sulit dilakukan.

2. Jaga Kerahasiaan Informasi Akun

Jangan pernah menyebarkan informasi pribadi seperti PIN atau kode OTP kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku dari DANA, ingat, DANA tidak pernah meminta data rahasia pengguna melalui telepon atau pesan.

3. Simpan Bukti Transaksi

Setelah melakukan top up DANA dari Mandiri, jangan lupa simpan bukt transaksi. Bukti ini bisa berupa struk pembayaran dari minimarkert, screenshot aplikasi mobile-banking, hingga notifikaasi dari e-commerce

4. Periksa Saldo Setelah Top Up

Begitu Top Up DANA dari Mandiri berhasil, langsung cek saldomu di aplikasi DANA. Pastikan jumlah masuk sesuai dengan yang kamu top up.

Dengan melakukan pengecekan saldo sesegera mungkin akan memudahkan kamu melaporkan jika ada perbedaaan, sehingga kendala bisa segera diatasi tanpa menunggu lama.

5. Waspadai Penipuan

Saat ini, banyak modus penipuan yang berkedok promo, hadiah, atau permintaan data abadi. Karena itu, selalu pastikan infromasi hanya berasal dari situs resmi atau aplikasi DANA.

Dengan kewaspadaan ekstra, kamu bisa selalu #AmanDariBadman dan menikmati transaksi digirtal yang praktis tanpa rasa khawatir.

Selain itu, selalu periksa informasi di situs resmi DANA atau aplikasi DANA untuk memastikan kebebasan informasi yang kamu terima

Bayaran Rp 1,1 T dan Teknologi di Balik Pencarian MH370

Jakarta – Pihak berwenang Malaysia menyatakan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 dilanjutkan kembali pada 30 desember, lebih dari satu dekade setelah pesawat yang membawa 239 orang tersebut menghilang.

Baca Juga: Buka Era Baru Retail, OPPO Ubah Toko Jadi Tempat Hangout-Eksplor Teknologi

Pencarian baru ini, akan berlangsung 55 hari, sempat dimulai Maret namun dihentikan akibat cuaca buruk. Perusahaan eksplorasi Ocean Infinity memimpin pencarian dengan perjanjian ‘no find, no fee’ (tanpa hasil tanpa bayaran).

Menteri Transportasi Malaysia, Loke Siew Fook, mengatakan perusahaan itu akan menerima USD 70 juta (sekitar Rp 1,1 triliun) jika bangkai ditemukan.

Mulai 30 Desember, Ocean Infinity akan menghabiskan waktu 55 hari menyisir area 15.000 kilometer persegi di Samudera Hindia selatan, wilayah yang diyakini lokasi bangkai.

Mereka mengerahkan kapal permukaan tanpa awak yang mengooordinasikan armada kendaraan bawah air otonom (AUV).

UAV ini dapat memetakan medan hingga kedalaman hampir 6.000 meter menggunakan sonar multibeam, sub bottom proflers (pembuat profil lapisan bawah dasar laut).

Dan pencitraan resolusi tinggi. Meski belum ketahuan hasilnya,pencarian kali ini dinilai berpeluang lebih tinggi untuk menemukan bangkai MH370.

Professor Mohd Hamidon Mohammed Suffian, pakar kedingantaan di University mengatakan

pencarian sebelumnya terkendala keterbatsan teknologi, khususnya dalam memetakan dasar laut secara akurat di medan yang luas dan tidak rata.

“Walau upaya sebelumnya berhasil memetakan area dasar laut yang luas, resolusi dan konsistensi datanya

tidak terlalu cukup untuk mengidentifikasi puing-puing yang lebih kecil atau terfragmentasi dengan keyakinan penuh.

Ia mengatakan sistem otonom terbaru kini memungkinkan survei lebih rinci dan sistematis, sehingga

mengurangi kemungkinan terlewatnya puing di lingkungan bawah air yang kompleks.

Sistem Pencarian

Ia mengatakan sistem otonom terbaru kini memungkinkan survei lebih rinci dan sistematis, sehingga mengurangi kemungkinan terlewatnya puing di lingkungan bawah air yang kompleks.

Pencarian kali ini tidak berbasis data satelit baru, melainkan teknologi lebih baik untuk menguji asumsi yang sudah ada secara lebih seksama.

Ketika ditanya mengenai kondisi kotak hitam setelah lebih dari satu dekade berada di bawah air,

Harridon mengatakan alat tersebut dirancang menahan tekanan ekstrem dan tahan kondisi untuk periode terbatas.

Kondisi Terkini

Ketika ditanya mengenai kondisi kotak hitam setelah lebih dari satu dekade berada di bawah air,

Harridon mengatakan alat tersebut dirancang menahan tekanan ekstrem dan tahan korosi untuk periode ternatas.

Sebagian data mungkin masih bisa dipulihkan jika bangkai pesawat ditemukan.

Mantan kepala pilot Malaysia Airlines dan pakar penerbangan, Nik Ahmad Nik Hussain, menilai kesediaan

Ocean Infinity melanjutkan pencarian no find, no fee menunjukan tingkat dan area pencarian yang berkurang secara signifikan.

Buka Era Baru Retail, OPPO Ubah Toko Jadi Tempat Hangout-Eksplor Teknologi

Jakarta – Di tengah gaya hidup urban yang semakin dinamis, OPPO menghadirkan era baru toko retail melalui OPPO Flagship Store Gandaria City. Tak hanya sebagai tempat transaksi.

Baca Juga: Elon Musk Buka Suara Tak Hadir Diundang Trump Bareng Bos Teknologi

Tak hanya sebagai tempat transaksi, store ini mengajak pengunjung untuk singgah berinteraksi, dan menjelajahi teknologi masa depan.

Retail yang Dirancang untuk Manusia, Bukan Sekadar Produk

Mengusung filosofi desain ‘Technology & Humanity,’ OPPO Flagship Store menghadirkan pengalaman menarik bagi manusia. Tata ruang yang terbuka, area lounge yang nyaman,

hingga sudut co-working dan coffee corner Finders Cafe dihadirkan untuk mendukung kebiasaan masyarkat Indonesia yang gemar menghabbiskan waktu bersama teman dan keluarga.

“OPPO Flagship Store Gandaria City kami sebagai ruang yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di sini, teknologi tidak berdiri sendiri, tetapi hadir berdampingan dengan sisi humoris yang membuat orang ingin berlama-lama.

Mulai dari kehadiran cafe, area luas yang nyaman, co-working space, ruang komunitas, hingga betagam

fasilitas yang memanjakan pengunjung untuk memanjakan pengunjung untuk menjelajahi teknologi OPPO lewat cara yang lebih menyenangkan dan personal.

Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian di dalam store ini adalah kehadiran humanoid robot sebagai star guide. Dilengkapi dengan 43 degrees of freedom, robot ini mampu

bergerak secara lincah dan presisi, menyampaikan informasi produk OPPO secara interaktif, hingga menampilkan harian khusus yang dapat dikendalikan melalui perangkat OPPO dengan iringan musik.

Pendekatan lewat teknologi ini menghadirkan cara baru yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami dalam mengenal teknologi.

Personalisasi Kreativitas Lewat 3D Printing

OPPO Flagship Store Gandaria City juga menghadirkan fasilitas 3D Printing canggih yang membuat pengunjung dapat membuat aksesori ponsel sesuai karakter masing-masing.

Pengunjung dapat memilih desain, menambahkan nama, dan menyaksikan langsung proses pembuatannya di dalam store.

Pengalaman ini tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan identitas diri mereka.

Sentuhan Lokal dalam Setiap Sudut Ruang

OPPO Flagship Store Gandaria City mengusung desain interior yang mengintegrasikan elemen budaya

lokal Indonesia melalui penggunaan anyaman rotan pada coffee bar dan dinding hijau.

Di bagian belakang store, Jakarta Green Wall hadir sebagai ruang komunitas yang memadukan tanaman hijau

dan material alami, menciptakan suasana yang hangat sekaligus mereflesikan keterhubungan OPPO dengan karakter kota Jakarta.

Juga memprioritaskan kenyamanan pelanggan dalam pengalaman berkunjung. Oleh karena itu, toko ini dilengkapi dengan fasilitas bersantai, bekerja, atau menikmati waktu sendiri tanpa ada tekanan untuk berbelanja.

Ollie sebagai Jembatan Emosional dengan Generasi Muda

HP ini juga menampilkan karakter ikonik ‘Ollie’ dalam ukuran besar untuk pertama kalinya dalam di Indonesia. Kehadiran berbagai karakter Ollie di area pintu masuk membawa suasana yang ceria dan playful.

“Melalui Hp ini di Gandaria City, kami ingin menunjukan bahwa masa depan retail bukan hanya tentang

produk dan teknologi canggih, tetapi juga tentang bagaimana teknologi bisa hadir secara lebih hangat.

Elon Musk Buka Suara Tak Hadir Diundang Trump Bareng Bos Teknologi

Jakarta – Sejumlah pengusaha, bos-bos perusahaan teknologi hingga polistisi menghadiri jamuan makan malam di Gedung Putih bersama Presiden Amerika Serikat (AS). Dolald Trump. Namun dari daftar unadngan yang hadir tidak terlihat sosok CEO Tesla, Elon Musk.

Baca Juga: Jaga Iklim Usaha, KPPU Bicara Pentingnya Reformasi Regulasi & Teknologi

Padahal acara yang digelar pada Kamis waktu setempat itu dihadiri lebih dari belasan tokoh besar teknologi, termasuk pendiri Meta Mark Zuckerberg, CEO Apple Tim Cook, Pendiri Microsoft Bill Gates, pendiri OpenAi Sam Atman, CEO Google Sundar Pichai, dan CEO Microsoft Satya Nadella.

Dalam acara itu Trump duduk bersebelahan dengan Zuckerberg, sementara gates berada di samping Ibu Negara Melanie Trump yang belakangan dekat dengan pimpinan Apple dan Nvida serta berupaya untuk menarik komitmen investasi mereka melontarkan pujian dengan sebutan pimpinan revolusi dalam bisinis dari kecerdasan.

“Itu jelas Kelompok dengan IQ Tinggi, san saya sangat bangga pada mereka ,” kata Trump.

beberapa tokoh diminta Trump untuk berbicara , termasuk Zuckerberg, Nadella, dan Pichai. Gates menggunakan kesempatan tersebut untuk menyoroti kemajuan teknologi vaksin. Gates memuji inisiatif vaksin COVID-19 Operation Warp Speed yang diluncurkan Trump seraya menekankan kebutuhan riset baru untuk penyakit seperti HIV dan anemia sel sabit.

Elon Musk Buka Suara

Sementara itu, Elon Musk menulis di X Bahwa ia sebenarnya diundang tetapi tidak bisa hadir dan mengutus perwakilannya. Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa orang terkaya di dunia itu memang masuk daftar undangan.

‘Saya diundang, tetapi sayangnya tidak bisa hadi. Seorang perwakilan saya akan ada di sana,” terang Elon Musk saat menjawab salah seorang pengguna X yang bertanya mengapa dirinya tidak diundang.

Hubungan Elon Musk dan Trump sendiri sempat retak awal tahun ini. Elon Musk keluar darri lingkaran pemerintahan sambil mengkritik keras Trump terkait belanja negara dan kasus Epstein, bahkan berjanji membentuk partai politik baru bernama America Party meski hingga kini belum terwujud

Meski begitu, awal pekan ini Trump kembali meramalkan bahwa Elon Musk akan balik ke partai Republik. “Saya rasa dia tidak punya pilihan ujar Trump dalam wawancara radio.

“Masa iya dia mau gabung dengan kaum radikal kini yang gila? Mereka gila, Dia orang dengan akal sehat, dia orang baik,” tambah Trump.

Trump meneyebut Elon Musk sebagai sosok yang 80% supe jenius, tapi 20% bermasalah. Menurutnya, jika bagian yang 20% itu bisa diselesaikan maka Elon Musk akan jadi luar biasa.

‘Dia memang sempat salah langkah, tapi itu wajar, kadang hal-hal begitu terjadi.” ujar Trump

Jaga Iklim Usaha, KPPU Bicara Pentingnya Reformasi Regulasi & Teknologi

Jakarta – Forum The Third Jakarta International Competition Forum (JFC) yang digelar oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong lahirnya ekosistem regulasi yang baik dan integrasi teknologi di dunia usaha.

Baca Juga; Asosiasi Pengusaha Teknologi Sebut Chromebook Lebih Efisien dari Windows

Wakil Ketua KPPU Anu Armando mengatakan hal itu dibutuhkan agar meningkatkan kualitas persaingan dunia usaha di Indonesia. Apalagi saat ini, dunia usaha yang menuntut mereka untuk adiptilitas tinggi.

“Forum Internastional ini menegaskan bahwa pendekatan konvensional dalam pengawasan persaingan usaha tidak lagi relevan jika berjalan sendiri-sendiri,” kata Aru Armando dalam keterangan tertulis, Jumat (12/12/2025).

Dia mengatakan JCF le-3 menghasilkan konsesusu strtegis yakni peningkatan  kualitas

persaingan usaha nasional mutlak memerlukan reformasi regulasi, kolaborasi lintas lembaga, dan optimalisasi teknologi informasi untuk pencegahan.

Sangat Penting Bagi Industri Teknologi

Dia menjelaskan sorotan pertama tertuju pada tumpang tindih regulasi yang kerap menjadi biaya tinggi bagi pelakuu usaha. Ke depan, regulasi di bidang ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghambat (banter to entry).

“Perubahan regulasi ini harus bergeser dari pendekatan yang bersifat rigid menjadi lebih adaptif terhadap model bisnis baru. Tujuannya jelas untuk menciptakan lapangan bermain yang setara (level playing field)

Dia mengatakan poin krusial kedua afalah urgensi collaborative efforts. Persaingan usaha adalah isu multidimensi yang tidak bisa diselesaikam oleh KPPU sendirian.

JCF ke-3 mengganisbawah bahwa sekat-sekat anti lembaga atau ego sekorat harus dibutuhkan dengan prinsip persaingan kementrian eknis dan pemerintah daerah menjadi kunci.

Teknologi Terbaru 2026

Kebijakan ini satu sektor tidak boleh mendistribusokam pasar di sektor lain. Kolaborasi ini diperlukan

untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi makro dengan prinsip persaingan usaha yang sehat, memastikan bahwa setiap kebijakan publik yang lahir benar-benar berorientasi.

Terakhir forum ini menyoroti peran vital teknologi informasi. Di era ekonomi digital, pengawsan manual tak lagi memadai.

Optimalisasi teknologi lintas lembaga untuk memperkuat pencegahan, khusunya dalam pencegahan krisis di pengadaan publik akan menciptakan sistem deteksi dini ( eraly warning sysstem) terhadaop perilaku anti persaingan.

“Pemanfaatan teknologi bukan sekedar digitlisasi dokumen, melainkan interoperabilitas data antar-intansi

pemerintah. Transparansi data ini akan memangkas celah persekongkolan tender maupun praktik kartel yang selama ini nerugikan konsumen dan menghambat efisiensi eknomi nasional.

Melalui JCF ke-3, KPPU mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat persaingan usaha

bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai mekanisme untuk menyehatkan struktur pasar.

“Pasar yang sehat akan melahirkan harga yang kompetiitf, kualitas produk yang lebih baik, dan ragam pilihan

bagi konsumen, Reformasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan Indonesia tidak terjebak dalam ekonomi biaya tinggi dan siap berkompetisi di kancah global,” tutupnya.

Asosiasi Pengusaha Teknologi Sebut Chromebook Lebih Efisien dari Windows

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Teknologi dan Informasi Nasional (Aptiknas) bersama Asosiasi Pengusaha Komputer (Apkomindo) menilai pengadaan laptop berbasis Chromebook lebih efisien daripada windows.

Baca Juga: Asosiasi Pengusaha Teknologi Sebut Chromebook Lebih Efisien dari Windows

Ketua Umum Aptiknas dan Apkomindo, Soegharto Santoso, mengatakan pemilihan laptop dengan sistem operasi tertentu seharusnya disesuaikan dengan sistem atau kebuthan pengguuna.

Menurut dia, Chromebook umumnya lebih hemat dalam biaya awal, sementara Windows memiliki keunggulan dalam jangka panjang berkat fleksibilitas aplikasinya.

Di sektor pendidikan, Soegharto memandang Chromebook cocok digunakan di sekolah dengan kebutuhan standar dan berbasis cloud, terutama mengingat kondisi infrastuktur Indonesia yang sangat beragam.

Sementara itu, windows dinilai lebih relevan untuk kurikulum yang membutuhkan variasi aplikasi, khususnya di sekolah kejuruan.

Sangat Bermanfaat dan Lebih Efisien

Pengadaan Chromebook justru diperkirakan menghemat keuangan negara hingga Rp 1,2 triliun. Potensi penghematan tersebut bahkan dapat lebih besar jika menghitungkan biaya perpanjangan langganan perangkat berbasis cloud untuk pengelolaan terpusat.

Mengutip dari berbagai sumber teknologi menyebutkan Google menghasilkan sistem operasi Chromebook. Sementara itu, Microsoft membanderol harga sistem operasinya di kisaran USD 50 hingga USD 100 per pengguna.

Sepanjang 2020-2022, Kemendikbudristek tercatat melakukan pengadaan sekitar 1,2 juta unit laptop berbasis Chromebook. Dengan rata-rata kurs rupiah terhadap dolar AS saat itu sebesar Rp 14.500, harga lisensi windows berkisar antara Rp 730.000 hingga Rp 1,46 juta per unit laptop.

Dengan asumsi harga perangkat keras laptop tanpa sistem operasi sama, penggunaan Chromebook dinilai menghasilkan penghematan lebih dari Rp 1,2 triliun.

Perhitungan tersebut berasal dari selisih biaya lisensi sistem operasi Windows yang mencapai lebih dari Rp 1 juta per unit laptop.

Bagus Sekali dan Sangat Berguna

Untuk pengelolaan perangkat secara terpusat, Chromebook di sektor pendidikan menggunakan Chrome Education Upgrade dengan biaya satu kali sebesar USD 30 per laptop.

Adapun perangkat berbasis Windows memerlukan Microsoft Intune for Education yang berbasis langganan, dengan biaya terendah sekitar USD 8 per bulan per pengguna.

Soegharto menjelaskan, Chrome Education Upgrade hanya membutuhkan pembayaran satu kali,  sementara intune berbasis langganan. Namun, efektivitas masing-masing sistem sangat bergantung pada komlektivitas kebutuhan sekolah.

Menurut dia, faktor lain yang kerap luput dari perhatian publik adalah tingkat kesesuaian sistem operasi

dengan aplikasi, serta biaya pelatihan dan adaptasi teknologi bagi guru dan siswa Chromebook dinilai lebih efisien.

Dalam konteks pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek, Soegharto menilai berbagai tantangan telah

dilantapasi, Chromebook sejak awal hanya diperuntungkan bagi sekolah yang memiliki akses internet.

Selain itu, Kemendikbudristek juga telah menyederhanakan 1.261 aplikasi internet agar saling

terintergrasi dan kompatibet, sejalan dengan upaya penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Terkait pelatihan guru, Google disebut mengalokasikam sekitar 30 persen dari biaya lisensi Chrome Device Management untuk pelatihan. Dana tersebut disalurkan langsung oleh Google kepada mitra atau vendor resmi yang ditunjuk, dan tidak masuk ke Kemendikbudristek

Exit mobile version