Kebiasaan Buruk Pengguna Internet, Masih Banyak Pakai Password ‘12345’
Jakarta – Di tengah canggihnya teknologi kemanan, satu hal ternyyata tak ikut berkembang, kebiasaan pengguna internet dalam membuat kata sandi: Riset terbaru
Kaspensky kembali membuka kenyataan ironis itu. Dari jutaan password yang bocor sepanjang 2023-2025, kombinasi paling populer di dunia masih saja ‘12345’, angka yang bahkan bisa ditebak oleh anak usia sekolah dara
Baca Juga: Mahasiswa Ini Temukan Meteroit di Daerah Terpencil Australia Pakai Teknologi
Fenomena ini menunjukan satu pola besar yang tak kunjung berubah. Meski peringatan soal keamanan digital terus disuaraka, banyak pengguna tetap mengandalkan password sederhana. mudah ditebak, dan sering dipakai ulang selama bertahun-tahun.
Kebiasaan Lama yang Sulit Hilang
Dalam analisis Kaspensky, sebagaimana dilansir adri kami, sejumlah pola lama masih mendominasi. Angka tehun seperti 1990-2025 mengisi sekitar 10% password yang bocor.
Sementara kata-kata umum seperti “lowe” nama diri, hingga nama negara terus digunakan. Bahkan, 0,5% dan seluruh password yang bocor menggunakan akhiran “2024” tanda bahwa banyak pengguna menjadikan tahun sebagai penanda “pengamana”
Yang lebih mengejutkan, lebih dan separuh password yang bocor pada 2025 ternyata sudah pernah muncul dalam kebocoran sebelumnya. Rata-rata usia mereka mencapai 3,5-4 tahun, memperlihatkan betapa jarangnya pengguna mengganti kata sandi, meski ancaman digital semakin kompleks.
Masalah utamanya ternyata bukan pada teknologinya, tetapi pada manusia, Password, apa [un bentuknya tetap bergantung pada kreativitas, konsistensi, dan kesadaran pengguna. Tiga hal ini sulit dijaga dalam jangka panjang.
Tak heran jika industri keamanan mulai mengarahkan langkah menuju masa depan tanpa password. Salah satu pendekatan yang kini dipromosikan adalah Passkeys-metode login yang memanfaatkan biometrik dan kunci kriptografi sehingga tak perlu lagi memasukan karakter satu persatu.
Peralihan ke Passkeys Mulai Diadopsi
Melalui pembaruan terbarunya, Kaspensky Password Manager kini menyediakan fitur pembuatan dan penyimpanan Passkeys di seluruh platfrom. Pengguna dapat mengaktifkan
Passkeys hanya dengan memperbarui aplikasi, ,memberikan izin yang diperlukan, lalu mengikuti penduan aplikasi, memberikan izin yang diperlukan.
Lalu mengikuti panduan saat megakses layanan yang mendukung metode tersebut.
Saat proses pembuatan Passkeys, perangkay akan membuat kunci privat yang lainnya tersimpan di perangkat atau di Password Manager, dan mengirimkan kunci publik ke layanan tujuan.
Setelah itu, login cukup dilakukan dengan satu ketukan atau pemindahan biometrik-tanpa perlu mengingat rangkaian huruf dan angka apa pun.
“Kata sandi masih menghabiskan waktu dan sering mengorbankan kemanan. Kami senang menghadirkan fitur
Passkeys baru yang membuat autentikasi lebih mudah dan jauh lebih aman.” ujar Marinna Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspensky.